Senin, 06 April 2015

Filosofi Akar Tentang Keikhlasan

🌀Jadilah seperti akar... Yang bekerja dalam sunyi dan diam tanpa suara🔕, tak gaduh📢 melakukan kewajibannya menjadi kontributor utama kehidupan baru sebuah pohon.🌴

🌀Belajarlah dari akar... Yang tetap bekerja walau tak dipandang mata,😶 yang tetap berbuat walau ditengah sepi.🔇 Karena ikhlasnya akar adalah sebenar-benarnya pembelajaran.

🌀Tersebab karena akarlah... Yang ketika pohon yang menjulang tinggi 🌳itu tetap gagah dan kokoh berdiri ditempatnya setelah diterpa badai dan angin yang bertiup dengan kencangnya.

🌀Dialah akar... Yang ketika hasil kerjanya sudah mulai tampak dihijaunya daun;🍀 kuatnya batang dan ranting serta matang ranumnya buah, 🍎 tidak kemudian menjadikannya sombong jumawa lantas sesumbar mengaku "itu semua adalah hasil kerja ku!!"

🌀Akar juga memaklumi... Bahwa ia tak mungkin berbuat semuanya sendiri, sehingga ia menerima uluran tangan matahari🌞 dan banyak berterima kasih kepada hujan☔ yang menyiramsuburkan tanah dengan curahan airnya.

🌀Berbuatlah seperti akar... Yang kelak tetap semangat bekerja tak hentinya, ketika musim dan cuaca mulai menggugurkan daunnya 🍀; melapukkan batang dan rantingnya serta manusia mulai memetik habis buahnya.🍎

🌀Dan akarpun menyadari... Bahwa ialah juga serupa mahluk lainnya yang tunduk pada kuasa Sang Pencipta yang ketika berkehendak terhadapnya melalui perantara waktu⏰, maka setelah menuntaskan kewajibannya rela kembali keharibaan-Nya.

Niat

Masyaallah, kemarin baru mendapatkan tausyiah. Sebenarnya mungkin materi tausyiah ini sudah pernah didapat sebelumnya tapi seiring berjalannya waktu, materi yang pernah bahkan sering kita dapat terkikis dilupakan begitu saja. Niat.... Sebuah kata yang sangat sederhana tapi penentu posisi kita saat di padang masyar nanti. Saat di akhirat nanti, manusia akan di shaf2kan atau dikumpulkan Dengan niat yg sama. Sebuah hadits mengatakan: "Sesungguhnya manusia dibangkitkan Dengan niat mereka......" Manusia yang pertama Kali diadili dihari kiamat adalah orang-orang yang mati dimedan laga, orang yg mempelajari ilmu Dan mengajarkannya Dan membaca alqur'an.juga orang yang diberi kemudahan Dan diberi banyak harta Sebuah hadits mengatakan: "Barangsiapa org yg mencari ilmu namun bukan krn Allah tapi krn kekayaan dunia, dia tidak diizinkan mencium bau surga." Agar bergerak atau aktivitas kebaikan kita tidak hilang, saat dihisab ternyata amal kita nol. Maka perbaiki niat. Jadi ingat hadits arba'in, dimana Hadist pertamanya membahas tentang niat Kenapa niat duluan yang mengisi hadits pertama pada kumpulan hadits arba'in krn niat itu: 1. Membedakan sebagian ibadah dg ibadah lain, 2. Membedakan yg menjadi tujuan amal perbuatan. Seorang yang bernama Abu bakar bin Abu dunya, menulis sebuah buku tentang al islam alniyah, niat itu adalah ya yang rosulullah bilang, kata rosulullah niat itu bisa dibilang krn keinginan. Sebagian ulama membedakan kata niat dengan kata irodah/keinginan. Bgmn arti niat dalam Qur'an? Dalam Qur'an niat itu suatu keinginan Lihat di surat Al imron:152 assuro:20, Al anfal:67, al isro:18-19 Pengertian Niat adalah yuridu (keinginan), irrodah (kehendak) Ibtigho(mencari) (pengertian niat yang ibtigho terdapat pada surat al lail:20, 2: 65,1:172, annisa:114) Astaghfirullah al'adziim... Setan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia kedalam kesesatan. Mereka mengepung setiap manusia Dari depan,belakang,samping kiri,samping kanan, dari atas Dan Dari bawah. Semuanya bertujuan untuk menjauhkan manusia Dari Allah. Jadi inget cerita seorang shohabiyah yang masuk neraka, saat itu beliau ikut berperang membela agama Allah dengan gagah berani. Beliau meninggal di pedang musuh. Seluruh kaum muslimin kagum,Dan mengatakan beliau syahid, beliau masuk surga karena mati syahid, tapi saat itu rosulullah mengatakan via akan masuk neraka. Semua kaum muslimin kaget Dan bertanya-tanya kok bisa,Dan rosulullah pun menjawab bahwa shohabiyah ini berperang Dan mati human krn Allah, mati krn tidak tahan akan rasa sakit terkena pedang lalu dia sengaja bunuh diri mendorong tubuhnya sehingga pedang musuh yang menghujam tubuhnya. Astaghfirullah al'adziim... Begitu juga kita, kita mungkin pernah bahkan sering tanpa sadar setiap yang kita lakukan niatnya bukan karena Allah tapi karena Sesuatu yang berhubungan duniawi,baik berhubungan dengan harta,kekuasaan,pujian,Dan lain-lain. Saat kita sadar niat kita bukan karena Allah, banyak-banyaklah istighfar Dan perbaiki niat, luruskan niat. Semoga Allah senantiasa mengingatkan kita saat niat kita melenceng. Dan semoga kita selalu Istiqomah dihati semua yang kita lakukan karena Allah SWT. Aamiin.. Wallahu'alam. Itulah Isi tausyiah yang saya dapat.

Sabtu, 20 September 2014

Makna Tiga Tahun Bersama



Reposisi guru SAI

Jadi mengingat saat akhir tahun pelajaran 2013-2014 kemarin tepatnya saat pengumuman reposisi fasilitator sekolah alam indonesia. Saat itu namaku tercantum sebagai fasilitator kelas 6. Yang bikin saya syok dan tak percaya adalah bukan sebagai fasilitator kelas enamnya tetapi anak-anak yang harus bertemu denganku nanti. Membayangkannya saja aku gak percaya. Bukan karena anak-anak ini bermasalah, bukan, bukan itu.... tetapi yang terlintas dipikiranku saat itu,”kasihan sekali anak-anak ini harus bertemu denganku selama tiga tahun berturut-turut....”. kenapa pertanyaan ini muncul, karena kekhawatiran dalam diri akan kenyamanan diri ini dalam berinteraksi dengan mereka sehingga kenyaman ini membuat mereka tidak berkembang. Yang terlintas dalam pikiran ini: Apa yang harus aku lakukan?
Membayangkan hal tersebut membuat aku Semalaman berpikir kok bisa ya ditempatkan dengan anak yang sama selama  tiga tahun berturut-turut? Gak kasihan dengan anaknya?
Karena hal ini akhirnya mendorong aku untuk bersilaturrahim dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat lama yang suka aku ajak sharing tentang dunia pendidikan...
Aku pikir aku harus cari solusi bukan terpuruk memikirkan kata-kata:”kok bisa ya?”
Akhirnya aku mendapatkan buah dari silaturrahim yang aku lakukan itu yaitu sebuah pernyataan dari sahabatku yang cukup menohok dan memotivasi diri. Beliau mengatakan,” kenapa kamu mikir ini sebuah masalah kenapa gak dibalik bahwa ini adalah sebuah tantangan untuk kamu keluar dari zona nyaman saat berhadapan dengan objek yang sama?mungkin juga Allah memberikan kesempatan kamu untuk menyelesaikan sesuatu yang mungkin belum selesai dengan anak-anak ini... coba pikirkan apa yang harus diperbaiki dari kamu saat bersama mereka?”
Mendengar hal itu, aku merasa seperti dibangunkan, oh oke i’ve got it....
Satu hal lagi yang merubah perasaan diawal itu adalah sebuah SMS semangat dari salah satu “guru” saya di sekolah alam indonesia yang isinya:
Terus semangat pegang kelas ujian ya...
semoga niat besar selalu tertanam dan menjadi visi misi besar kita. Pessan utama yang harus ditanamkan bukan pada pencapaian kognitif tapi gimana supaya kita sampai pada pencapaian ruhiyah yang kuat.. in sya allah...
Aku adalah orang yang suka “kepo” terhadap solusi untuk sesuatu yang sedang aku hadapi. Saat aku tidak mempunyai bayangan harus apa, aku akan berusaha mendatangi orang-orang yang pernah mengalami posisi yang sama seperti aku atau mendatangi orang-orang yang bisa menginspirasi aku.

awal tahun ajaran

Awal tahun ajaran 2014-2015 bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Anak-anak berdatangan setelan cukup lama mereka libur. Mereka dikumpulkan di plaza yaitu sebuah tempat yang cukup luas yang berlantaikan konblok.
Seperti biasa, diawal masuk kami di SAI selalu mengadakan sebuah kegiatan rutin yaitu penyambutan, games mencari teman sekelas dan games mencari guru kelas.
Setelah semuanya selesai, saat mereka suddah tahu dimana kelasnya, siapa saja teman sekelasny dan sudah menebak siapa guru kelasnya melalui games tersebut, mereka dikumpulkan kembali di plaza dan di beritahu siapa guru kelasnya yang tepat. Yang tak terlupakan dari reaksi anak-anakku saat tahu bahwa aku adalah guru kelasnya adalah:
“bu,” panggil salah satu muridku,” tiga tahun bu, tiga tahun berturut-turut bu,” jawabku,” iya, kamu bosan ya? Maaf ya,” jawab muridku,” gak bu, gak bosen,udah bu jadi guru kita aja saat di kelas7, kelas 8 sampai kelas 9, kan enak,”
Entahlah harus seperti apa saat mendengar pernyataan tersebut..
Dan satu lagi yang buat aku terharu, ada salah satu muridku yang laki-laki mendekati aku,dia bertanya,”ibu, ibu jangan bosen ya ketemu aku lagi” aku jawab,” insya allah, yang aku pikirkan bukan aku yang bosen tapi kamu jangan bosen ya ketemu ibu lagi,” balas muridku lagi, “ gaklah bu, gak bosen..”

Berbagi itu indah

Setelah libur panjang ramadhan dan lebaran, tibalah anak-anakku yang soleh dan sholihah masuk sekolah. Di sekolah kami khususnya di lingkungan sd kelas 5-6, serta SL/SMP kelas 7-9, kami selalu mengadakan kegiatan halal bihalal keesokan harinya, dan kegiatan ini dipanitiai oleh kelas 9. Karena di kegiatan ini ada acara makan-makan bersama dengan adik kelas dan kakak kelas, maka panitia menentukan uang konsumsi sebesar Rp25.000 dan ini sudah diberitahu sebelumnya sehingga setiap anak saat masuk sudah membawa uang konsumsi tersebut.
Saat kakak kelasnya datang ke kelas 6 untuk “menagih” uang konsumsi, ada beberapa anak yang lupa membawanya. Akhirnya oleh kakak kelasnya diperbolehkan membayar saat kegiatan yaitu esok hari.
kegiatan halal bi halal tiba, pagi harinya sebelum memulai kegiatan halal bi halal, seperti biasa kita buka kelas membaca al matsurot. Datanglah kakak kelas 9 untuk meminta uang konsumsi yang belum bayar, semua bayar, ada satu anak yang lupa bawa karena kemarin tidak masuk, saat beliau di minta, beliau tidak bisa membayar karena tidak punya uang sebesar itu. Sedangkan jika tidak membayar uang konsumsi berarti tidak bisa ikut makan-makan...
Salah satu anak mendatangiku yang sedang bersama dengan anak yang lupa membawa uang tersebut. Anak itu mengatakan,”kalau kamu punya uang 10.000 aku akan kasih pinjam uangku yang 15.000 ini,” mendengar hal tersebut membuat hati ini terharu, masyaallah...
Rasa penasaranku muncul, akupun bertanya ke anak ini,” kenapa kamu mau minjemin uang ke temanmu,” dengan polosnya dia berkata,” kasihan bu, masa kita makan-makan dia gak...” jleb.... satu pembelajaran yang aku dapatkan... beliau tidak memikirkan diri sendiri saja tetapi temannyapun dia pikirkan. Ingin sekali aku memeluknya tapi karena di sekolah kami mengajarkan hubungan antara bukan muhrim.. jadi aku hanya bisa memandangnya kagum saja dan berdoa semoga anak-anakku menjadi anak yang soleh dan solihah. Dan ini adalah salah satu alasan kenapa aku bahagia menjalani profesi ini,karena aku banyak mendapatkan “guru kehidupan” di kelas.

Memberi kebaikan untuk sekitar

Saat perpisahan dewan kelas 5, kebetulan aku diundang karena aku juga menjadi salah satu fasilitator angkatan ini.  Beberapa orang tua yang saat di kelas 5 kemarin menjadi dewan kelas dan mensukseskan kegiatan-kegiatan di kelas 5 berkumpul untuk melakukan pembubaran dewan kelas, dan kamipun, aku, bu ian dan pak fauzi selaku fasilitator di kelas 5 kemarin, diundang untuk menghadirinya.
Sebuah cerita aku dapatkan dari salah satu orang tua yang hadir saat itu ketika aku bertanya kenapa anak beliau yang menjadi muridku itu tidak ikut. Ibu inipun bercerita kalau kebiasaan anaknya saat libur adalah suka bermain dan mengumpulkan anak-anak di sekitarnya. Dan hebatnya saat anak-anak sekitar rumahnya ingin bermain ke rumah muridku ini, muridku ini memberi syarat supaya temannya yang bermain kerumahnya setoran surat dalam al-qur’an ke muridku ini. Masya allah.....
Seorang anak berumur 12 tahun sudah memberikan kebaikan untuk sekitar... malu itu yang pertama kali aku rasa.
Saat mendengar cerita tersebut,aku berkaca terhadap diri sendiri.. apa saja yang sudah aku lakukan untuk sekitarku?

Bu Eha, aku sedang men-challange diri sendiri......

            Aku mencoba untuk selalu datang lebih awal ke kelas supaya bisa mendengar cerita di pagi hari dari murid-muridku. Kebetulan juga saat awal masuk kami mempunyai kesepakatan, bahwa untuk yang piket, datang 10 menit lebih awal dari yang lain.
            Di suatu pagi, kami melakukan kegiatan seperti biasa yaitu memulai pagi dengan membaca Al matsurot supaya hati-hati kami terikat dan dilanjutkan dengan morning talk. Karena di kelas 6 ini, kami, fasilitator kelas 6 ingin membiasakan sholat dhuha. Sudah beberapa hari aku perhatikan, murid-muridku suka bermalas-malasan saat sholat dhuha, karena hal ini akupun mengisi morning talk dengan sharing tentang sholat dhuha dan manfaatnya. Salah satunya manfaatnya saat kita sholat dhuha, maka Allah akan memberikan sebuah rumah di syurga.
Ternyata ada muridku melakukan challange untuk dirinya sendiri, yaitu ingin membiasakan sholat dhuha 4 raka’at. Aku tahu tentang tekadnya ini saat kami akan sholat dhuha dan dia bilang,” bu tahu gak?kitakan sedang men-challange untuk biasa sholat dhuha 4 raka’at”. Dan beberapa hari setelah morning talk itu dia berusaha merealisasikan challange tersebut, dia setiap pagi melakukan sholat dhuha 4 raka’at karena ingin punya rumah di surga. Masya Allah....

Terjawablah apa yang menjadi keraguan di awal tahun pelajaran

            Setelah sudah hampir 3 bulan berinteraksi dengan anak-anakku yang 3 tahun berturut-turut bersamaku, ternyata banyak hal yang harus aku pelajari dari mereka. Dari anak-anak hebat ini, dari anak-anak yang soleh dan sholihah,karena mereka adalah guru kehidupan yang sebenarnya.

Minggu, 22 Desember 2013

SURPAN alias SUSUR PANTAI

SURPAN alias susur pantai adalah kegiatan yang biasa dilakukan di tempatku mengajar. kegiatan ini dilakukan oleh anak SL atau SMP. kegiatan ini dilakukan setiap 2 tahun sekali. bergantian dengan naik gunung.

Bulan Februari kemarin, ada kegiatan SURPAN untuk upgrading guru baru, aku kok gak diajak ya.. pikirku. akukan termasuk guru baru disekolah ini. Akhirnya akupun menghubungi ketua kegiatan tersebut, sebut saja Mr.F. Tapi yang terjadi adalah PENOLAKAN. Penolakannya juga gak banget. katanya ini untuk guru baru, loh, akukan guru baru, dia cuma tersenyum.. bikin bete gak tuh liatnya. akupun ke teman,aku ceritakan hal tersebut, eh diketawain, dia bilang kamu gak seperti guru baru ha kaya udah guru lamaaa...loh? aku mungkin sudah mengajar sejak tahun 2005 tapi itukan di sekolah lain, sedangkan disekolah ini baru 2011....... sedih deh.....

Sampai suatu hari, tepatnya tanggal 6 Juni 2013, aku mendengar akan diadakan SURPAN untuk guru cabang. kkebetulan rencanaku untuk naik MERBAU-MERAPI gak jadi akhirnya akupun mendaftarkan diri secara personal kepada tim panitia supaya aku ikut. dan alhamdulillah akupun diizinkan. Senangnya...

Oke aku akan bercerita saat SURPAN...

kami kumpul di sekolah ba'da isya. setelah itu kami brifing, lalu pembagian mobil.
Setelah semua masuk mobil kamipun berangkat ke pantai Cibangban Sukabumi, garis startnya SURPAN.
di pantai Cibangbang akmi sampai sekitar jam 01.00. kamipun tidur dulu di saung-saung pinggir pantai menunggu pagi.

saat pagi sekitar jam 08.00 kami siap berangkat..
saat di

NEW PLACE NEW ADATATION AGAIN

Tahun ajaran baru, kelas baru, patner baru tempat baru cuma anak-anak yang ku hadapi bukan yang baru melainkan siswaku saat di kelas sebelumnya.

Alhamdulillah aku mendapat kepercayaan untuk mengajar level kelas yang belum pernah aku ajar baik di sekolah lama maupun di sekolah yang sekarang. Lengkap sudah semua level kelas sd pernah ku jajaki.
Kalau di sekolah yang lama, pastilah akan dijadikan kandidat kepala suku ups salah deh tameng kediknasan. ada untungnya juga aku pindah sekolah.

Pernah merasakan titik jenuh dimana hampir mau pecah kepala ini karena bosan dan tidak memiliki tantangan yang baru, tapi saat hati sudah penuh dengan kebosanan, akan sedikit demi sedikit hilang jika memikirkan anak-anak, kelucuannya kepolosannya serta kebawelanya.

Saat ini, aku mendapatkan sebuah tantangan baaru sungguh ini tidak membosankan bagiku, karena aku harus mulai belajar lagi baik mulai belajar lagi untuk mengerti patner kerja yang baru, mulai belajar lagi dengan sebuah materi baru yang bertemakan kerajaan islam, yang menurutku itu adalah sesuatu yang baru dan aku butuh untuk mencari tahu banyak tentang hal itu.

balik lagi "new place new adaptation"
new place ya new place walaupun dalan satu instansi yang sama tapi tempat yang berbeda, kebetulan aku mengajar kelas menuju remaja jadi selain anak-anak yang pindah "kampus" belajar gurunyapun harus ikut juga pindah tempat kerja. New artinya baru, dengan kata lain orang-orang yang aku temui baru, aturan yang berlakupun baru, kebiasaan yang baru. Tapi yang pasti tempat baru ini lebih baik kondisi silaturohiimnya antar teman kerja dibandingkan dengan tempat yang lama.

New adaptation
aku memiliki dua patner di kelas. Satu ikhwan dan satu lagi akhwat yang kesemuanya adalah pribadi-pribadi yang berbeda dan unik. Ada dua kesamaan mungkin diantara kami, sama-sama mengajar kelas yang sama dan sama-sama masih lajang.
Kalau dengan patnerku yang akhwat, kebetulan kami pernah jalan bareng dengan menginap selama satu pekan, jadi aku lebih mengenalnya seperti apa, seperti sebuah hadist mengatakan : kamu akan mengenal saudaramu jika kamu mengadakan perjalanan dan menginap bersama selama tiga hari" dan itu aku rasakan sekarang.
Sedang yang ikhwan aku hanya sekedar tahu 


aturan yang konsisten..

Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana ada sebuah kegiatan rutin yang harus aku lakukan..
Iya ngajar di sebuah sekolah terminal.
Aku mengajar disekolah terminal ini Sudah hampir lebih Dari 4 bulan.

Awal-awal aku sangat semangat sekali..
Karena sebuah tantangan baru bertemu dengan karakter yang berbeda.
Sekarang semagat itu hampir pudar krn ternyata setiap kesana untuk mengajar pasti di selingi dengan sebuah kegiatan bela diri.
Baik sih untuk siswa, tapi saat kesepakatan bersama sudah hampir berjalan baik sekarang ini buyar kembali.
Aturan yang kita buat seperti:bicara bergantian, izin, Dan saling menyayangi.. Hilang semua bagai tertiup angin...

Seperti hari ini, ada 2 siswi mengaku tidak membawa mukena..padahal do Tanya ada mukena...
Belum lagi 1 siswa yang masyaallah Dari pagi selalu mengetes kesabaranku...
Dia bernama Rizal..

Saat tutup kelas tadi,aku seperti biasa mengevaluasi kegiatan Dari pagi...
Akupun mengatakan kekecewaanku ten tang beberapa anak yang tidak bisa bekerjasama..Dan memberikan reward hadiah pencil lucu untuk yang bisa bekerjasama Dari awal masuk sampai pulang...
Ada satu anak yang ngeledek...akhirnya dengan tegas aku bilang kepada anak tersebut bahwa Baku kecewa dengan dia Dari awal masuk..
Dan aku sudah mengingatkan dia sampai 3 Kali tapi reaksinya tidal menghargai..
Akupun bertanya kepada anak tersebut, kamu mau aku hargai atau aku anggap tidak ada?
Dia jwb dia sangat ingin dihargai..
Karena itu jika ingin dihargai orang maka kita harus menghargai orang Lain....

Setelah semua bubar....
Tiba-tiba datang 1 anak yang merupakan temannya bercanda...
Anak ini mengatakan kalau Rizal, anak yang Baku tegur marah Dan gak suka denganku...
Akhirnya aku menuju parkir motor,sebelum menuju parkiran motor, aku bertemu dengan Rizal... Saat aku bilang Baku in gin berbicara dia lari kencang menghindariku...

Aku hanya bisa mengelus dadaku....
PR baru untukku....

Selasa, 11 Juni 2013

Munggah gunung Merbabu-Merapi yang tergantikan...

" Bu, sudah baca smsku gak?" sapa temanku saat di tangga kantor.
"belum. mang ada apa bu?" jawabku..
" mau ke Merbabu-Merapi ta?" tawarnya.
Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan dan gejolak kesenangan terlihat dari reaksiku.
akhirnya, ada tawaran ke Merapi lagi.
sebelumnya aku dan teman itu juga ingin ke merapi karena sesuatu hal kami, yang akhwatnya saja sih, gak jadi...

Akupun mempersiapkan segala keperluan. dari baju,sleeping bag, kompor, pokoknya ku masukan ke dalam tas carrylku.

Saat aku bersilaturahmi ke rumah teman-teman yang sudah lama tak bersua, akupun menceritakan rencanaku untuk naik gunug itu, tapi reaksi mereka adalah: " sist, dirimu tuh bukan gak usahlah melarikan diri seperti itu. aku tau hobbymu yang baru ini adalah bentuk pelarianmu."
WHAT.......... aku kesal, marah kenapa mereka berpikir begitu, apa karena aku masih jomblo jadi ini disebut pelarian? salah memang status jomblo?
jujur dalam hati sedikitpun tidak terpikir kalau ini adalah bentuk suatu pelarian, karene ada kepuasan tersendiri.

Satu hal yang aku lupa tanyakan, siaa saja yang ikut...
Sampai satu hari sebelum keberangkatan, akupun menghubungi temanku itu, kita mendiskusikan makanan yang akan kita bawa, berhubung kita perempuan kitapun kebagian seksi konsumsi. Saat sedang membicarakan menu, akupun menanyakan orang-orang yang ikut...
teng teng teng...
Ternyata...
yang ikut ada 7 orang, 5 laki-laki dan 2 perempuan (aku dan temanku itu)
yang bikin aku berpikir banyak adalah sesuatu yang dapat menimbulkan fitnah, kami semua adalah para LAJANG... dan kami kesananya dengan 1 mobil. berarti di dalam satu mobil itu hanya aku dan temanku dengan 5 laki-laki LAJANG... mungkin lain ceritanya kalau pakai kendaraan umum, dan ada beberapa orang yang sudah menikah, aku tidak akan meragukan untuk ikut.
mungkin aku bukan orang yang sangat solehah, tapi aku selalu berusaha untuk mengikuti ajaran islam dengan baik. Akupun bimbang, antara peserta dan keinginan akan ke Merapi.
Saat aku di perpustakaan, ada seorang teman yang sudah ku anggap sebagai guru, menegurku.
"bu, kenapa bengong?"
Akupun menceritakan kebimbangan hati, ternyata reaksi dari temanku itu sangat meyakinkan keragu-raguanku.
" Gak usah ikut, itu gak syar'i,bu dari pada menimbulkan fitnah, aku bukan menyarankan untuk tidak ikut tapi aku melarang untuk kamu tidak ikut, dan tolong bilangin juga dengan temanmu itu."
diapun menjelaskan kenapa aku dilarang ikut. dan akhirnya dengan berberat hati akupun menghubungi temanku untuk membatalkannya.
Temankupun gak masalah, diapun tidak jadi ikut karena gak ada teman cewe lagi.
Dalam kesedihan hati, aku berpikir, yah gak jadi lagi.
tiba-tiba ada seorang teman lagi menawarkan ya udah surpan aja alias susur pantai. sono daftar ke ustadz. dirimu belum kan?

tanpa pikir panjang akupun mendaftar...
dan subhanallah akhirnya aku ikut SURPAN...
ada pengalaman tersendiri dibandingkan munggah gunung...

Akhirnya munggah gunung Merbabu-Merapi yang tidak jadi itu tergantikan dengan SURPAN...