Senin, 06 April 2015
Niat
Masyaallah, kemarin baru mendapatkan tausyiah.
Sebenarnya mungkin materi tausyiah ini sudah pernah didapat sebelumnya tapi seiring berjalannya waktu, materi yang pernah bahkan sering kita dapat terkikis dilupakan begitu saja.
Niat....
Sebuah kata yang sangat sederhana tapi penentu posisi kita saat di padang masyar nanti.
Saat di akhirat nanti, manusia akan di shaf2kan atau dikumpulkan Dengan niat yg sama. Sebuah hadits mengatakan: "Sesungguhnya manusia dibangkitkan Dengan niat mereka......"
Manusia yang pertama Kali diadili dihari kiamat adalah orang-orang yang mati dimedan laga, orang yg mempelajari ilmu Dan mengajarkannya Dan membaca alqur'an.juga orang yang diberi kemudahan Dan diberi banyak harta
Sebuah hadits mengatakan:
"Barangsiapa org yg mencari ilmu namun bukan krn Allah tapi krn kekayaan dunia, dia tidak diizinkan mencium bau surga."
Agar bergerak atau aktivitas kebaikan kita tidak hilang, saat dihisab ternyata amal kita nol. Maka perbaiki niat.
Jadi ingat hadits arba'in, dimana Hadist pertamanya membahas tentang niat
Kenapa niat duluan yang mengisi hadits pertama pada kumpulan hadits arba'in krn niat itu:
1. Membedakan sebagian ibadah dg ibadah lain,
2. Membedakan yg menjadi tujuan amal perbuatan.
Seorang yang bernama Abu bakar bin Abu dunya, menulis sebuah buku tentang al islam alniyah, niat itu adalah ya yang rosulullah bilang, kata rosulullah niat itu bisa dibilang krn keinginan.
Sebagian ulama membedakan kata niat dengan kata irodah/keinginan.
Bgmn arti niat dalam Qur'an? Dalam Qur'an niat itu suatu keinginan
Lihat di surat Al imron:152 assuro:20, Al anfal:67, al isro:18-19
Pengertian Niat adalah yuridu (keinginan), irrodah (kehendak) Ibtigho(mencari) (pengertian niat yang ibtigho terdapat pada surat al lail:20, 2: 65,1:172, annisa:114)
Astaghfirullah al'adziim...
Setan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia kedalam kesesatan. Mereka mengepung setiap manusia Dari depan,belakang,samping kiri,samping kanan, dari atas Dan Dari bawah. Semuanya bertujuan untuk menjauhkan manusia Dari Allah.
Jadi inget cerita seorang shohabiyah yang masuk neraka, saat itu beliau ikut berperang membela agama Allah dengan gagah berani. Beliau meninggal di pedang musuh. Seluruh kaum muslimin kagum,Dan mengatakan beliau syahid, beliau masuk surga karena mati syahid, tapi saat itu rosulullah mengatakan via akan masuk neraka. Semua kaum muslimin kaget Dan bertanya-tanya kok bisa,Dan rosulullah pun menjawab bahwa shohabiyah ini berperang Dan mati human krn Allah, mati krn tidak tahan akan rasa sakit terkena pedang lalu dia sengaja bunuh diri mendorong tubuhnya sehingga pedang musuh yang menghujam tubuhnya.
Astaghfirullah al'adziim...
Begitu juga kita, kita mungkin pernah bahkan sering tanpa sadar setiap yang kita lakukan niatnya bukan karena Allah tapi karena Sesuatu yang berhubungan duniawi,baik berhubungan dengan harta,kekuasaan,pujian,Dan lain-lain. Saat kita sadar niat kita bukan karena Allah, banyak-banyaklah istighfar Dan perbaiki niat, luruskan niat.
Semoga Allah senantiasa mengingatkan kita saat niat kita melenceng.
Dan semoga kita selalu Istiqomah dihati semua yang kita lakukan karena Allah SWT. Aamiin..
Wallahu'alam.
Itulah Isi tausyiah yang saya dapat.
Sabtu, 20 September 2014
Makna Tiga Tahun Bersama
Reposisi guru SAI
Jadi mengingat saat akhir
tahun pelajaran 2013-2014 kemarin tepatnya saat pengumuman reposisi fasilitator
sekolah alam indonesia. Saat itu namaku tercantum sebagai fasilitator kelas 6.
Yang bikin saya syok dan tak percaya adalah bukan sebagai fasilitator kelas
enamnya tetapi anak-anak yang harus bertemu denganku nanti. Membayangkannya
saja aku gak percaya. Bukan karena anak-anak ini bermasalah, bukan, bukan
itu.... tetapi yang terlintas dipikiranku saat itu,”kasihan sekali anak-anak
ini harus bertemu denganku selama tiga tahun berturut-turut....”. kenapa
pertanyaan ini muncul, karena kekhawatiran dalam diri akan kenyamanan diri ini
dalam berinteraksi dengan mereka sehingga kenyaman ini membuat mereka tidak berkembang.
Yang terlintas dalam pikiran ini: Apa yang harus aku lakukan?
Membayangkan hal tersebut membuat aku Semalaman
berpikir kok bisa ya ditempatkan dengan anak yang sama selama tiga tahun berturut-turut? Gak kasihan dengan
anaknya?
Karena hal ini akhirnya
mendorong aku untuk bersilaturrahim dan bertukar pikiran dengan sahabat-sahabat
lama yang suka aku ajak sharing tentang
dunia pendidikan...
Aku pikir aku harus cari
solusi bukan terpuruk memikirkan kata-kata:”kok bisa ya?”
Akhirnya aku mendapatkan buah
dari silaturrahim yang aku lakukan itu yaitu sebuah pernyataan dari sahabatku yang cukup menohok dan memotivasi diri.
Beliau mengatakan,” kenapa kamu mikir ini sebuah masalah kenapa gak dibalik
bahwa ini adalah sebuah tantangan untuk kamu keluar dari zona nyaman saat
berhadapan dengan objek yang sama?mungkin juga Allah memberikan kesempatan kamu
untuk menyelesaikan sesuatu yang mungkin belum selesai dengan anak-anak ini...
coba pikirkan apa yang harus diperbaiki dari kamu saat bersama mereka?”
Mendengar hal itu, aku merasa seperti
dibangunkan, oh oke i’ve got it....
Satu hal lagi yang merubah perasaan diawal
itu adalah sebuah SMS semangat dari salah satu “guru” saya di sekolah alam
indonesia yang isinya:
Terus semangat pegang kelas ujian ya...
semoga niat besar selalu tertanam dan menjadi
visi misi besar kita. Pessan utama yang harus ditanamkan bukan pada pencapaian
kognitif tapi gimana supaya kita sampai pada pencapaian ruhiyah yang kuat.. in
sya allah...
Aku adalah orang yang suka “kepo”
terhadap solusi untuk sesuatu yang sedang aku hadapi. Saat aku tidak mempunyai
bayangan harus apa, aku akan berusaha mendatangi orang-orang yang pernah
mengalami posisi yang sama seperti aku atau mendatangi orang-orang yang bisa
menginspirasi aku.
awal tahun ajaran
Awal tahun ajaran 2014-2015
bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Anak-anak berdatangan setelan cukup lama
mereka libur. Mereka dikumpulkan di plaza yaitu sebuah tempat yang cukup luas
yang berlantaikan konblok.
Seperti biasa, diawal masuk
kami di SAI selalu mengadakan sebuah kegiatan rutin yaitu penyambutan, games
mencari teman sekelas dan games mencari guru kelas.
Setelah semuanya selesai,
saat mereka suddah tahu dimana kelasnya, siapa saja teman sekelasny dan sudah
menebak siapa guru kelasnya melalui games tersebut, mereka dikumpulkan kembali
di plaza dan di beritahu siapa guru kelasnya yang tepat. Yang tak terlupakan
dari reaksi anak-anakku saat tahu bahwa aku adalah guru kelasnya adalah:
“bu,” panggil salah satu muridku,” tiga tahun
bu, tiga tahun berturut-turut bu,” jawabku,” iya, kamu bosan ya? Maaf ya,”
jawab muridku,” gak bu, gak bosen,udah bu jadi guru kita aja saat di kelas7,
kelas 8 sampai kelas 9, kan enak,”
Entahlah harus seperti apa saat mendengar
pernyataan tersebut..
Dan satu lagi yang buat aku
terharu, ada salah satu muridku yang laki-laki mendekati aku,dia bertanya,”ibu,
ibu jangan bosen ya ketemu aku lagi” aku jawab,” insya allah, yang aku pikirkan
bukan aku yang bosen tapi kamu jangan bosen ya ketemu ibu lagi,” balas muridku
lagi, “ gaklah bu, gak bosen..”
Berbagi itu indah
Setelah libur panjang
ramadhan dan lebaran, tibalah anak-anakku yang soleh dan sholihah masuk
sekolah. Di sekolah kami khususnya di lingkungan sd kelas 5-6, serta SL/SMP
kelas 7-9, kami selalu mengadakan kegiatan halal bihalal keesokan harinya, dan
kegiatan ini dipanitiai oleh kelas 9. Karena di kegiatan ini ada acara
makan-makan bersama dengan adik kelas dan kakak kelas, maka panitia menentukan
uang konsumsi sebesar Rp25.000 dan ini sudah diberitahu sebelumnya sehingga
setiap anak saat masuk sudah membawa uang konsumsi tersebut.
Saat kakak kelasnya datang
ke kelas 6 untuk “menagih” uang konsumsi, ada beberapa anak yang lupa
membawanya. Akhirnya oleh kakak kelasnya diperbolehkan membayar saat kegiatan
yaitu esok hari.
kegiatan halal bi halal
tiba, pagi harinya sebelum memulai kegiatan halal bi halal, seperti biasa kita
buka kelas membaca al matsurot. Datanglah kakak kelas 9 untuk meminta uang
konsumsi yang belum bayar, semua bayar, ada satu anak yang lupa bawa karena
kemarin tidak masuk, saat beliau di minta, beliau tidak bisa membayar karena
tidak punya uang sebesar itu. Sedangkan jika tidak membayar uang konsumsi
berarti tidak bisa ikut makan-makan...
Salah satu anak mendatangiku yang sedang
bersama dengan anak yang lupa membawa uang tersebut. Anak itu mengatakan,”kalau
kamu punya uang 10.000 aku akan kasih pinjam uangku yang 15.000 ini,” mendengar
hal tersebut membuat hati ini terharu, masyaallah...
Rasa penasaranku muncul, akupun bertanya ke
anak ini,” kenapa kamu mau minjemin uang ke temanmu,” dengan polosnya dia
berkata,” kasihan bu, masa kita makan-makan dia gak...” jleb.... satu
pembelajaran yang aku dapatkan... beliau tidak memikirkan diri sendiri saja
tetapi temannyapun dia pikirkan. Ingin sekali aku memeluknya tapi karena di
sekolah kami mengajarkan hubungan antara bukan muhrim.. jadi aku hanya bisa
memandangnya kagum saja dan berdoa semoga anak-anakku menjadi anak yang soleh
dan solihah. Dan ini adalah salah satu alasan kenapa aku bahagia menjalani
profesi ini,karena aku banyak mendapatkan “guru kehidupan” di kelas.
Memberi kebaikan untuk sekitar
Saat perpisahan dewan kelas 5, kebetulan aku
diundang karena aku juga menjadi salah satu fasilitator angkatan ini. Beberapa orang tua yang saat di kelas 5
kemarin menjadi dewan kelas dan mensukseskan kegiatan-kegiatan di kelas 5
berkumpul untuk melakukan pembubaran dewan kelas, dan kamipun, aku, bu ian dan
pak fauzi selaku fasilitator di kelas 5 kemarin, diundang untuk menghadirinya.
Sebuah cerita aku dapatkan
dari salah satu orang tua yang hadir saat itu ketika aku bertanya kenapa anak
beliau yang menjadi muridku itu tidak ikut. Ibu inipun bercerita kalau
kebiasaan anaknya saat libur adalah suka bermain dan mengumpulkan anak-anak di
sekitarnya. Dan hebatnya saat anak-anak sekitar rumahnya ingin bermain ke rumah
muridku ini, muridku ini memberi syarat supaya temannya yang bermain kerumahnya
setoran surat dalam al-qur’an ke muridku ini. Masya allah.....
Seorang anak berumur 12 tahun sudah
memberikan kebaikan untuk sekitar... malu itu yang pertama kali aku rasa.
Saat mendengar cerita tersebut,aku berkaca
terhadap diri sendiri.. apa saja yang sudah aku lakukan untuk sekitarku?
Bu Eha, aku sedang men-challange diri sendiri......
Aku mencoba untuk
selalu datang lebih awal ke kelas supaya bisa mendengar cerita di pagi hari
dari murid-muridku. Kebetulan juga saat awal masuk kami mempunyai kesepakatan,
bahwa untuk yang piket, datang 10 menit lebih awal dari yang lain.
Di
suatu pagi, kami melakukan kegiatan seperti biasa yaitu memulai pagi dengan
membaca Al matsurot supaya hati-hati kami terikat dan dilanjutkan dengan morning talk. Karena di kelas 6 ini,
kami, fasilitator kelas 6 ingin membiasakan sholat dhuha. Sudah beberapa hari
aku perhatikan, murid-muridku suka bermalas-malasan saat sholat dhuha, karena
hal ini akupun mengisi morning talk
dengan sharing tentang sholat dhuha
dan manfaatnya. Salah satunya manfaatnya saat kita sholat dhuha, maka Allah akan
memberikan sebuah rumah di syurga.
Ternyata ada muridku
melakukan challange untuk dirinya
sendiri, yaitu ingin membiasakan sholat dhuha 4 raka’at. Aku tahu tentang
tekadnya ini saat kami akan sholat dhuha dan dia bilang,” bu tahu gak?kitakan
sedang men-challange untuk biasa
sholat dhuha 4 raka’at”. Dan beberapa hari setelah morning talk itu dia
berusaha merealisasikan challange
tersebut, dia setiap pagi melakukan sholat dhuha 4 raka’at karena ingin punya
rumah di surga. Masya Allah....
Terjawablah apa yang menjadi keraguan di
awal tahun pelajaran
Setelah
sudah hampir 3 bulan berinteraksi dengan anak-anakku yang 3 tahun
berturut-turut bersamaku, ternyata banyak hal yang harus aku pelajari dari
mereka. Dari anak-anak hebat ini, dari anak-anak yang soleh dan sholihah,karena
mereka adalah guru kehidupan yang sebenarnya.
Minggu, 22 Desember 2013
SURPAN alias SUSUR PANTAI
SURPAN alias susur pantai adalah kegiatan yang biasa dilakukan di tempatku mengajar. kegiatan ini dilakukan oleh anak SL atau SMP. kegiatan ini dilakukan setiap 2 tahun sekali. bergantian dengan naik gunung.
Bulan Februari kemarin, ada kegiatan SURPAN untuk upgrading guru baru, aku kok gak diajak ya.. pikirku. akukan termasuk guru baru disekolah ini. Akhirnya akupun menghubungi ketua kegiatan tersebut, sebut saja Mr.F. Tapi yang terjadi adalah PENOLAKAN. Penolakannya juga gak banget. katanya ini untuk guru baru, loh, akukan guru baru, dia cuma tersenyum.. bikin bete gak tuh liatnya. akupun ke teman,aku ceritakan hal tersebut, eh diketawain, dia bilang kamu gak seperti guru baru ha kaya udah guru lamaaa...loh? aku mungkin sudah mengajar sejak tahun 2005 tapi itukan di sekolah lain, sedangkan disekolah ini baru 2011....... sedih deh.....
Sampai suatu hari, tepatnya tanggal 6 Juni 2013, aku mendengar akan diadakan SURPAN untuk guru cabang. kkebetulan rencanaku untuk naik MERBAU-MERAPI gak jadi akhirnya akupun mendaftarkan diri secara personal kepada tim panitia supaya aku ikut. dan alhamdulillah akupun diizinkan. Senangnya...
Oke aku akan bercerita saat SURPAN...
kami kumpul di sekolah ba'da isya. setelah itu kami brifing, lalu pembagian mobil.
Setelah semua masuk mobil kamipun berangkat ke pantai Cibangban Sukabumi, garis startnya SURPAN.
di pantai Cibangbang akmi sampai sekitar jam 01.00. kamipun tidur dulu di saung-saung pinggir pantai menunggu pagi.
saat pagi sekitar jam 08.00 kami siap berangkat..
saat di
Bulan Februari kemarin, ada kegiatan SURPAN untuk upgrading guru baru, aku kok gak diajak ya.. pikirku. akukan termasuk guru baru disekolah ini. Akhirnya akupun menghubungi ketua kegiatan tersebut, sebut saja Mr.F. Tapi yang terjadi adalah PENOLAKAN. Penolakannya juga gak banget. katanya ini untuk guru baru, loh, akukan guru baru, dia cuma tersenyum.. bikin bete gak tuh liatnya. akupun ke teman,aku ceritakan hal tersebut, eh diketawain, dia bilang kamu gak seperti guru baru ha kaya udah guru lamaaa...loh? aku mungkin sudah mengajar sejak tahun 2005 tapi itukan di sekolah lain, sedangkan disekolah ini baru 2011....... sedih deh.....
Sampai suatu hari, tepatnya tanggal 6 Juni 2013, aku mendengar akan diadakan SURPAN untuk guru cabang. kkebetulan rencanaku untuk naik MERBAU-MERAPI gak jadi akhirnya akupun mendaftarkan diri secara personal kepada tim panitia supaya aku ikut. dan alhamdulillah akupun diizinkan. Senangnya...
Oke aku akan bercerita saat SURPAN...
kami kumpul di sekolah ba'da isya. setelah itu kami brifing, lalu pembagian mobil.
Setelah semua masuk mobil kamipun berangkat ke pantai Cibangban Sukabumi, garis startnya SURPAN.
di pantai Cibangbang akmi sampai sekitar jam 01.00. kamipun tidur dulu di saung-saung pinggir pantai menunggu pagi.
saat pagi sekitar jam 08.00 kami siap berangkat..
saat di
NEW PLACE NEW ADATATION AGAIN
Tahun ajaran baru, kelas baru, patner baru tempat baru cuma anak-anak yang ku hadapi bukan yang baru melainkan siswaku saat di kelas sebelumnya.
Alhamdulillah aku mendapat kepercayaan untuk mengajar level kelas yang belum pernah aku ajar baik di sekolah lama maupun di sekolah yang sekarang. Lengkap sudah semua level kelas sd pernah ku jajaki.
Kalau di sekolah yang lama, pastilah akan dijadikan kandidat kepala suku ups salah deh tameng kediknasan. ada untungnya juga aku pindah sekolah.
Pernah merasakan titik jenuh dimana hampir mau pecah kepala ini karena bosan dan tidak memiliki tantangan yang baru, tapi saat hati sudah penuh dengan kebosanan, akan sedikit demi sedikit hilang jika memikirkan anak-anak, kelucuannya kepolosannya serta kebawelanya.
Saat ini, aku mendapatkan sebuah tantangan baaru sungguh ini tidak membosankan bagiku, karena aku harus mulai belajar lagi baik mulai belajar lagi untuk mengerti patner kerja yang baru, mulai belajar lagi dengan sebuah materi baru yang bertemakan kerajaan islam, yang menurutku itu adalah sesuatu yang baru dan aku butuh untuk mencari tahu banyak tentang hal itu.
balik lagi "new place new adaptation"
new place ya new place walaupun dalan satu instansi yang sama tapi tempat yang berbeda, kebetulan aku mengajar kelas menuju remaja jadi selain anak-anak yang pindah "kampus" belajar gurunyapun harus ikut juga pindah tempat kerja. New artinya baru, dengan kata lain orang-orang yang aku temui baru, aturan yang berlakupun baru, kebiasaan yang baru. Tapi yang pasti tempat baru ini lebih baik kondisi silaturohiimnya antar teman kerja dibandingkan dengan tempat yang lama.
New adaptation
aku memiliki dua patner di kelas. Satu ikhwan dan satu lagi akhwat yang kesemuanya adalah pribadi-pribadi yang berbeda dan unik. Ada dua kesamaan mungkin diantara kami, sama-sama mengajar kelas yang sama dan sama-sama masih lajang.
Kalau dengan patnerku yang akhwat, kebetulan kami pernah jalan bareng dengan menginap selama satu pekan, jadi aku lebih mengenalnya seperti apa, seperti sebuah hadist mengatakan : kamu akan mengenal saudaramu jika kamu mengadakan perjalanan dan menginap bersama selama tiga hari" dan itu aku rasakan sekarang.
Sedang yang ikhwan aku hanya sekedar tahu
Alhamdulillah aku mendapat kepercayaan untuk mengajar level kelas yang belum pernah aku ajar baik di sekolah lama maupun di sekolah yang sekarang. Lengkap sudah semua level kelas sd pernah ku jajaki.
Kalau di sekolah yang lama, pastilah akan dijadikan kandidat kepala suku ups salah deh tameng kediknasan. ada untungnya juga aku pindah sekolah.
Pernah merasakan titik jenuh dimana hampir mau pecah kepala ini karena bosan dan tidak memiliki tantangan yang baru, tapi saat hati sudah penuh dengan kebosanan, akan sedikit demi sedikit hilang jika memikirkan anak-anak, kelucuannya kepolosannya serta kebawelanya.
Saat ini, aku mendapatkan sebuah tantangan baaru sungguh ini tidak membosankan bagiku, karena aku harus mulai belajar lagi baik mulai belajar lagi untuk mengerti patner kerja yang baru, mulai belajar lagi dengan sebuah materi baru yang bertemakan kerajaan islam, yang menurutku itu adalah sesuatu yang baru dan aku butuh untuk mencari tahu banyak tentang hal itu.
balik lagi "new place new adaptation"
new place ya new place walaupun dalan satu instansi yang sama tapi tempat yang berbeda, kebetulan aku mengajar kelas menuju remaja jadi selain anak-anak yang pindah "kampus" belajar gurunyapun harus ikut juga pindah tempat kerja. New artinya baru, dengan kata lain orang-orang yang aku temui baru, aturan yang berlakupun baru, kebiasaan yang baru. Tapi yang pasti tempat baru ini lebih baik kondisi silaturohiimnya antar teman kerja dibandingkan dengan tempat yang lama.
New adaptation
aku memiliki dua patner di kelas. Satu ikhwan dan satu lagi akhwat yang kesemuanya adalah pribadi-pribadi yang berbeda dan unik. Ada dua kesamaan mungkin diantara kami, sama-sama mengajar kelas yang sama dan sama-sama masih lajang.
Kalau dengan patnerku yang akhwat, kebetulan kami pernah jalan bareng dengan menginap selama satu pekan, jadi aku lebih mengenalnya seperti apa, seperti sebuah hadist mengatakan : kamu akan mengenal saudaramu jika kamu mengadakan perjalanan dan menginap bersama selama tiga hari" dan itu aku rasakan sekarang.
Sedang yang ikhwan aku hanya sekedar tahu
aturan yang konsisten..
Hari ini adalah hari sabtu, hari dimana ada sebuah kegiatan rutin yang harus aku lakukan..
Iya ngajar di sebuah sekolah terminal.
Aku mengajar disekolah terminal ini Sudah hampir lebih Dari 4 bulan.
Awal-awal aku sangat semangat sekali..
Karena sebuah tantangan baru bertemu dengan karakter yang berbeda.
Sekarang semagat itu hampir pudar krn ternyata setiap kesana untuk mengajar pasti di selingi dengan sebuah kegiatan bela diri.
Baik sih untuk siswa, tapi saat kesepakatan bersama sudah hampir berjalan baik sekarang ini buyar kembali.
Aturan yang kita buat seperti:bicara bergantian, izin, Dan saling menyayangi.. Hilang semua bagai tertiup angin...
Seperti hari ini, ada 2 siswi mengaku tidak membawa mukena..padahal do Tanya ada mukena...
Belum lagi 1 siswa yang masyaallah Dari pagi selalu mengetes kesabaranku...
Dia bernama Rizal..
Saat tutup kelas tadi,aku seperti biasa mengevaluasi kegiatan Dari pagi...
Akupun mengatakan kekecewaanku ten tang beberapa anak yang tidak bisa bekerjasama..Dan memberikan reward hadiah pencil lucu untuk yang bisa bekerjasama Dari awal masuk sampai pulang...
Ada satu anak yang ngeledek...akhirnya dengan tegas aku bilang kepada anak tersebut bahwa Baku kecewa dengan dia Dari awal masuk..
Dan aku sudah mengingatkan dia sampai 3 Kali tapi reaksinya tidal menghargai..
Akupun bertanya kepada anak tersebut, kamu mau aku hargai atau aku anggap tidak ada?
Dia jwb dia sangat ingin dihargai..
Karena itu jika ingin dihargai orang maka kita harus menghargai orang Lain....
Setelah semua bubar....
Tiba-tiba datang 1 anak yang merupakan temannya bercanda...
Anak ini mengatakan kalau Rizal, anak yang Baku tegur marah Dan gak suka denganku...
Akhirnya aku menuju parkir motor,sebelum menuju parkiran motor, aku bertemu dengan Rizal... Saat aku bilang Baku in gin berbicara dia lari kencang menghindariku...
Aku hanya bisa mengelus dadaku....
PR baru untukku....
Iya ngajar di sebuah sekolah terminal.
Aku mengajar disekolah terminal ini Sudah hampir lebih Dari 4 bulan.
Awal-awal aku sangat semangat sekali..
Karena sebuah tantangan baru bertemu dengan karakter yang berbeda.
Sekarang semagat itu hampir pudar krn ternyata setiap kesana untuk mengajar pasti di selingi dengan sebuah kegiatan bela diri.
Baik sih untuk siswa, tapi saat kesepakatan bersama sudah hampir berjalan baik sekarang ini buyar kembali.
Aturan yang kita buat seperti:bicara bergantian, izin, Dan saling menyayangi.. Hilang semua bagai tertiup angin...
Seperti hari ini, ada 2 siswi mengaku tidak membawa mukena..padahal do Tanya ada mukena...
Belum lagi 1 siswa yang masyaallah Dari pagi selalu mengetes kesabaranku...
Dia bernama Rizal..
Saat tutup kelas tadi,aku seperti biasa mengevaluasi kegiatan Dari pagi...
Akupun mengatakan kekecewaanku ten tang beberapa anak yang tidak bisa bekerjasama..Dan memberikan reward hadiah pencil lucu untuk yang bisa bekerjasama Dari awal masuk sampai pulang...
Ada satu anak yang ngeledek...akhirnya dengan tegas aku bilang kepada anak tersebut bahwa Baku kecewa dengan dia Dari awal masuk..
Dan aku sudah mengingatkan dia sampai 3 Kali tapi reaksinya tidal menghargai..
Akupun bertanya kepada anak tersebut, kamu mau aku hargai atau aku anggap tidak ada?
Dia jwb dia sangat ingin dihargai..
Karena itu jika ingin dihargai orang maka kita harus menghargai orang Lain....
Setelah semua bubar....
Tiba-tiba datang 1 anak yang merupakan temannya bercanda...
Anak ini mengatakan kalau Rizal, anak yang Baku tegur marah Dan gak suka denganku...
Akhirnya aku menuju parkir motor,sebelum menuju parkiran motor, aku bertemu dengan Rizal... Saat aku bilang Baku in gin berbicara dia lari kencang menghindariku...
Aku hanya bisa mengelus dadaku....
PR baru untukku....
Selasa, 11 Juni 2013
Munggah gunung Merbabu-Merapi yang tergantikan...
" Bu, sudah baca smsku gak?" sapa temanku saat di tangga kantor.
"belum. mang ada apa bu?" jawabku..
" mau ke Merbabu-Merapi ta?" tawarnya.
Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan dan gejolak kesenangan terlihat dari reaksiku.
akhirnya, ada tawaran ke Merapi lagi.
sebelumnya aku dan teman itu juga ingin ke merapi karena sesuatu hal kami, yang akhwatnya saja sih, gak jadi...
Akupun mempersiapkan segala keperluan. dari baju,sleeping bag, kompor, pokoknya ku masukan ke dalam tas carrylku.
Saat aku bersilaturahmi ke rumah teman-teman yang sudah lama tak bersua, akupun menceritakan rencanaku untuk naik gunug itu, tapi reaksi mereka adalah: " sist, dirimu tuh bukan gak usahlah melarikan diri seperti itu. aku tau hobbymu yang baru ini adalah bentuk pelarianmu."
WHAT.......... aku kesal, marah kenapa mereka berpikir begitu, apa karena aku masih jomblo jadi ini disebut pelarian? salah memang status jomblo?
jujur dalam hati sedikitpun tidak terpikir kalau ini adalah bentuk suatu pelarian, karene ada kepuasan tersendiri.
Satu hal yang aku lupa tanyakan, siaa saja yang ikut...
Sampai satu hari sebelum keberangkatan, akupun menghubungi temanku itu, kita mendiskusikan makanan yang akan kita bawa, berhubung kita perempuan kitapun kebagian seksi konsumsi. Saat sedang membicarakan menu, akupun menanyakan orang-orang yang ikut...
teng teng teng...
Ternyata...
yang ikut ada 7 orang, 5 laki-laki dan 2 perempuan (aku dan temanku itu)
yang bikin aku berpikir banyak adalah sesuatu yang dapat menimbulkan fitnah, kami semua adalah para LAJANG... dan kami kesananya dengan 1 mobil. berarti di dalam satu mobil itu hanya aku dan temanku dengan 5 laki-laki LAJANG... mungkin lain ceritanya kalau pakai kendaraan umum, dan ada beberapa orang yang sudah menikah, aku tidak akan meragukan untuk ikut.
mungkin aku bukan orang yang sangat solehah, tapi aku selalu berusaha untuk mengikuti ajaran islam dengan baik. Akupun bimbang, antara peserta dan keinginan akan ke Merapi.
Saat aku di perpustakaan, ada seorang teman yang sudah ku anggap sebagai guru, menegurku.
"bu, kenapa bengong?"
Akupun menceritakan kebimbangan hati, ternyata reaksi dari temanku itu sangat meyakinkan keragu-raguanku.
" Gak usah ikut, itu gak syar'i,bu dari pada menimbulkan fitnah, aku bukan menyarankan untuk tidak ikut tapi aku melarang untuk kamu tidak ikut, dan tolong bilangin juga dengan temanmu itu."
diapun menjelaskan kenapa aku dilarang ikut. dan akhirnya dengan berberat hati akupun menghubungi temanku untuk membatalkannya.
Temankupun gak masalah, diapun tidak jadi ikut karena gak ada teman cewe lagi.
Dalam kesedihan hati, aku berpikir, yah gak jadi lagi.
tiba-tiba ada seorang teman lagi menawarkan ya udah surpan aja alias susur pantai. sono daftar ke ustadz. dirimu belum kan?
tanpa pikir panjang akupun mendaftar...
dan subhanallah akhirnya aku ikut SURPAN...
ada pengalaman tersendiri dibandingkan munggah gunung...
Akhirnya munggah gunung Merbabu-Merapi yang tidak jadi itu tergantikan dengan SURPAN...
"belum. mang ada apa bu?" jawabku..
" mau ke Merbabu-Merapi ta?" tawarnya.
Tanpa pikir panjang, aku langsung mengiyakan dan gejolak kesenangan terlihat dari reaksiku.
akhirnya, ada tawaran ke Merapi lagi.
sebelumnya aku dan teman itu juga ingin ke merapi karena sesuatu hal kami, yang akhwatnya saja sih, gak jadi...
Akupun mempersiapkan segala keperluan. dari baju,sleeping bag, kompor, pokoknya ku masukan ke dalam tas carrylku.
Saat aku bersilaturahmi ke rumah teman-teman yang sudah lama tak bersua, akupun menceritakan rencanaku untuk naik gunug itu, tapi reaksi mereka adalah: " sist, dirimu tuh bukan gak usahlah melarikan diri seperti itu. aku tau hobbymu yang baru ini adalah bentuk pelarianmu."
WHAT.......... aku kesal, marah kenapa mereka berpikir begitu, apa karena aku masih jomblo jadi ini disebut pelarian? salah memang status jomblo?
jujur dalam hati sedikitpun tidak terpikir kalau ini adalah bentuk suatu pelarian, karene ada kepuasan tersendiri.
Satu hal yang aku lupa tanyakan, siaa saja yang ikut...
Sampai satu hari sebelum keberangkatan, akupun menghubungi temanku itu, kita mendiskusikan makanan yang akan kita bawa, berhubung kita perempuan kitapun kebagian seksi konsumsi. Saat sedang membicarakan menu, akupun menanyakan orang-orang yang ikut...
teng teng teng...
Ternyata...
yang ikut ada 7 orang, 5 laki-laki dan 2 perempuan (aku dan temanku itu)
yang bikin aku berpikir banyak adalah sesuatu yang dapat menimbulkan fitnah, kami semua adalah para LAJANG... dan kami kesananya dengan 1 mobil. berarti di dalam satu mobil itu hanya aku dan temanku dengan 5 laki-laki LAJANG... mungkin lain ceritanya kalau pakai kendaraan umum, dan ada beberapa orang yang sudah menikah, aku tidak akan meragukan untuk ikut.
mungkin aku bukan orang yang sangat solehah, tapi aku selalu berusaha untuk mengikuti ajaran islam dengan baik. Akupun bimbang, antara peserta dan keinginan akan ke Merapi.
Saat aku di perpustakaan, ada seorang teman yang sudah ku anggap sebagai guru, menegurku.
"bu, kenapa bengong?"
Akupun menceritakan kebimbangan hati, ternyata reaksi dari temanku itu sangat meyakinkan keragu-raguanku.
" Gak usah ikut, itu gak syar'i,bu dari pada menimbulkan fitnah, aku bukan menyarankan untuk tidak ikut tapi aku melarang untuk kamu tidak ikut, dan tolong bilangin juga dengan temanmu itu."
diapun menjelaskan kenapa aku dilarang ikut. dan akhirnya dengan berberat hati akupun menghubungi temanku untuk membatalkannya.
Temankupun gak masalah, diapun tidak jadi ikut karena gak ada teman cewe lagi.
Dalam kesedihan hati, aku berpikir, yah gak jadi lagi.
tiba-tiba ada seorang teman lagi menawarkan ya udah surpan aja alias susur pantai. sono daftar ke ustadz. dirimu belum kan?
tanpa pikir panjang akupun mendaftar...
dan subhanallah akhirnya aku ikut SURPAN...
ada pengalaman tersendiri dibandingkan munggah gunung...
Akhirnya munggah gunung Merbabu-Merapi yang tidak jadi itu tergantikan dengan SURPAN...
Selasa, 04 Desember 2012
ArTi MenCiNtAi yAnG SebEnArNya
Mencintai berarti mengerti
Mencintai berarti memahami
Mencintai berarti menghargai
Mencintai berarti peduli
Mencintai berarti merasakan
Mencintai berarti menerima apa adanya
Mencintai berarti rela melepaskan kebahagiaan demi yang dicintai
Yang dicintai perbedaannya
Yang dicintai kelebihan dan kekurangannya
Mengharap rindunya
Mengharap senyumnya menyapa
Tapi…
Mencintai bukan menguasai
Mencintai tak harus mengubah diri
Cinta sejati
Tak pernah menghianati
Tak pernah takut kehilangan
Karna kehilangan baginya adalah merasakan kekuatan cinta yang sebenarnya
Mencintai karena Allah
Adalah cinta tertinggi
Semua arti cinta dapat diperolehnya
Menjadikan cinta sedemikian sempurna
Membuai waktu
Meredam jarak
Tak kenal masa
Hanya ada kesetiaan
Hanya ada kasih dan sayang
Menuntut pertanggungjawaban
Menuntut keberanian
Menuntut komitmen
Dan yang terpenting mencintai karna mengharapkan ridhoNya dalam wadah yang tlah dihalalkan oleh Allah.
Mencintai berarti merasakan
Mencintai berarti menerima apa adanya
Mencintai berarti rela melepaskan kebahagiaan demi yang dicintai
Yang dicintai perbedaannya
Yang dicintai kelebihan dan kekurangannya
Mengharap rindunya
Mengharap senyumnya menyapa
Tapi…
Mencintai bukan menguasai
Mencintai tak harus mengubah diri
Cinta sejati
Tak pernah menghianati
Tak pernah takut kehilangan
Karna kehilangan baginya adalah merasakan kekuatan cinta yang sebenarnya
Mencintai karena Allah
Adalah cinta tertinggi
Semua arti cinta dapat diperolehnya
Menjadikan cinta sedemikian sempurna
Membuai waktu
Meredam jarak
Tak kenal masa
Hanya ada kesetiaan
Hanya ada kasih dan sayang
Menuntut pertanggungjawaban
Menuntut keberanian
Menuntut komitmen
Dan yang terpenting mencintai karna mengharapkan ridhoNya dalam wadah yang tlah dihalalkan oleh Allah.
(kiriman teman)
Langganan:
Postingan (Atom)